Buku ini mengkritik dan menelaah fenomena sosial-pendidikan tentang maraknya individu berpendidikan tinggi atau berintelektual yang justru bersikap pasif, dogmatis, dan kurang memiliki daya kritis terhadap realitas di sekitarnya. Prof. Dr. H. Rahmat Soe’oed, M.A. mengurai akar permasalahan tersebut dari berbagai sudut pandang—mulai dari sistem kurikulum pendidikan yang cenderung menekankan hafalan, budaya kepatuhan tanpa tanya, hingga pengaruh lingkungan sosial-politik. Melalui tulisan ini, pembaca diajak untuk memahami pentingnya mengasah nalar kritis, tidak sekadar mengejar gelar akademis, serta menerapkan kemerdekaan berpikir dalam merespons berbagai dinamika kehidupan.
Komentar Terbaru