Parenggean, Kotawaringin Timur — Memasuki tahun ajaran baru, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sinar Tualan kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan nonformal yang adaptif dan inklusif. Lembaga berakreditasi A yang berlokasi di Jalan Naim, Kecamatan Parenggean ini resmi membuka rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi puluhan warga belajar baru dari program Paket A, Paket B, dan Paket C.
Mengusung semboyan khasnya, “Menjangkau yang Tak Terjangkau,” kegiatan MPLS tahun ini dirancang sangat berbeda dari sekolah formal pada umumnya. Alih-alih berfokus pada aturan yang kaku, PKBM Sinar Tualan menitikberatkan MPLS pada proses adaptasi psikologis, pengenalan sistem pembelajaran mandiri, serta penumbuhan rasa percaya diri bagi para warga belajar dengan melibatkan ekosistem terdekat mereka: orang tua dan keluarga.
Sinergi Hebat: Dukungan Orang Tua sebagai Bahan Bakar Semangat Belajar
Salah satu momen paling menyentuh dan berbeda dalam MPLS tahun ini adalah kehadiran serta keterlibatan aktif para orang tua dan keluarga warga belajar. PKBM Sinar Tualan menyadari bahwa keberhasilan pendidikan nonformal tidak hanya bertumpu pada ketekunan warga belajar dan bimbingan tutor, melainkan juga pada ekosistem lingkungan rumah yang mendukung.
Dalam sesi khusus parenting dan temu wicara, para orang tua diundang untuk memberikan testimoni, doa, serta pesan penyemangat secara langsung. Kehadiran orang tua ini menjadi bukti nyata runtuhnya stigma negatif tentang sekolah kesetaraan. Bagi warga belajar usia anak-anak hingga remaja yang sempat putus sekolah formal, pelukan dan senyuman bangga dari orang tua mereka di awal MPLS ini menjadi suntikan motivasi yang luar biasa untuk kembali merajut mimpi yang tertunda.
Lembaga menekankan bahwa komunikasi dua arah antara pihak PKBM dan orang tua akan terus dijaga selama proses belajar mengalir. Dukungan moral dari rumah—seperti memberikan waktu luang untuk belajar mandiri di rumah dan tidak patah semangat—adalah kunci utama agar warga belajar dapat menyelesaikan pendidikannya hingga lulus.
Ceria dan Kreatif: Sesi Tebak Teka-teki Makanan Ringan

Untuk mencairkan suasana dan menghilangkan ketegangan antara warga belajar dan orang tua yang hadir, panitia MPLS menyajikan sesi ice breaking yang sangat unik dan interaktif. Dalam sesi ini, para warga belajar ditantang untuk mengasah kreativitas dan logika mereka melalui permainan tebak teka-teki berbasis makanan ringan.
Setiap peserta diminta menebak nama produk atau merek makanan ringan berdasarkan petunjuk-petunjuk lucu dan kreatif yang dibacakan oleh tutor. Misalnya, ketika tutor memberikan petunjuk “Chiki yang punya pangkat tentara,” suasana langsung riuh saat warga belajar berebut menjawab “Ciki Taro!”. Ada pula tebakan seperti “Biskuit tiga roda” untuk Oreo, atau “Susu kebangsaan” untuk Susu Bendera.
Bagi warga belajar yang berhasil menebak dengan cepat dan tepat, mereka langsung mendapatkan makanan ringan tersebut sebagai hadiah. Sesi ini tidak hanya sukses memicu gelak tawa dan keakraban antar-warga belajar dari berbagai latar belakang usia, tetapi juga melatih ketajaman berpikir kritis serta kerja sama tim sejak hari pertama mereka masuk sekolah.
Membangun Mindset Belajar yang Fleksibel dan Menyenangkan
Tantangan terbesar di pendidikan nonformal adalah latar belakang usia dan kesibukan warga belajar yang sangat beragam. Oleh karena itu, dalam sesi pembukaan MPLS, jajaran tutor PKBM Sinar Tualan memberikan pembekalan mengenai pentingnya growth mindset (pola pikir bertumbuh) dan literasi digital kepada warga belajar sekaligus orang tua yang mendampingi.
Warga belajar dikenalkan dengan metode pembelajaran Kurikulum Merdeka yang fleksibel, di mana tutor bertindak sebagai fasilitator yang mendukung keunikan bakat setiap individu. Selain itu, mereka juga diperkenalkan dengan fasilitas pendukung lembaga, mulai dari akses materi digital hingga pemanfaatan sudut baca sebagai bagian dari program literasi.
“Setiap peserta didik adalah pribadi yang unik dengan segala bakat dan keberagaman yang mereka miliki. Di sini, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu tanpa memandang batas usia,” ungkap salah satu perwakilan tutor dalam sesi motivasi.
Pengenalan Budaya Sehat dan Prestasi
Sebagai lembaga yang baru-baru ini menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional — yakni Juara 3 Nasional dalam Gala Kreasi Video Gerakan Sekolah Sehat (GSS) — PKBM Sinar Tualan juga menyelipkan kampanye hidup sehat selama MPLS.
Para warga belajar baru beserta orang tua diajak untuk memahami pentingnya konsep “5 Sehat” (Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan). Kolaborasi antara rumah dan sekolah dalam menerapkan pola hidup sehat ini diharapkan dapat mendukung proses belajar yang maksimal dan produktif.
Harapan Baru di Tahun Ajaran Baru
Melalui MPLS kolaboratif ini, PKBM Sinar Tualan berharap seluruh warga belajar baru tidak hanya siap secara administrasi untuk mengikuti kejar paket, tetapi juga merasa nyaman, dihargai, dan termotivasi kembali berkat dukungan penuh dari keluarga mereka.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pemetaan minat bakat, memastikan bahwa perjalanan akademik setiap warga belajar di PKBM berkinerja terbaik ini dapat berjalan dengan menyenangkan, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masa depan mereka.
