Novel ini menceritakan kisah Yuda, seorang pemanjat tebing yang gemar menjelajahi kawasan spiritual dan alam liar; Parang Jati, seorang pemuda jenius yang dibesarkan di pedepokan dan memiliki pemahaman mendalam tentang alam serta spritualisme lokal; dan Marja, seorang perempuan cerdas yang menjadi pengikat di antara keduanya. Berlatar di kawasan Sewu (Gunungkidul) dan petualangan di tebing-tebing alam, Bilangan Fu merajut konflik antara modernitas, agama monoteis, dan kepercayaan animisme lokal yang terancam punah. Melalui kepiawaian Ayu Utami mengolah kritik sosial dan ekospiritualisme, novel ini menyajikan perenungan kritis tentang pluralisme, lingkungan hidup, serta pencarian hakikat ketuhanan di luar batas-batas dogma konvensional.
Komentar Terbaru