Kita tidak pernah tahu kapan waktu terbaik untuk mengucapkan selamat tinggal. Tapi jika saat itu tiba, ucapkanlah dengan lapang dada.
Selamat Tinggal menceritakan kisah Sintong Tinggal, seorang mahasiswa tingkat akhir yang tak kunjung menyelesaikan skripsinya selama bertahun-tahun. Untuk menyambung hidup, Sintong bekerja menjaga toko buku bajakan milik kerabatnya di kawasan pusat perbelanjaan Jakarta. Kehidupannya yang stagnan dan dipenuhi rasa bersalah akan industri buku bajakan mulai berubah ketika ia bertemu dengan Syafira, seorang mahasiswi cerdas yang sering berkunjung ke tokonya.
Melalui alur yang emosional dan penuh kritik sosial, Tere Liye mengangkat persoalan maraknya pembajakan karya cipta, kejujuran intelektual, serta keberanian untuk berpisah dengan masa lalu yang membelenggu. Buku ini mengajak pembaca untuk mengucapkan selamat tinggal pada kepalsuan, rasa takut, dan kenangan pahit demi menyambut kehidupan baru yang lebih jujur dan bermakna.
Komentar Terbaru