Buku ini menceritakan upaya pemerintah kolonial Belanda dalam mengawasi dan mematikan pergerakan nasional di Indonesia. Melalui tokoh polisi Jacques Pangemanann, seluruh aktivitas tokoh pergerakan (Minke) dipantau seolah-olah berada di dalam “Rumah Kaca” yang transparan, agar setiap langkah perlawanan mereka dapat segera dipadamkan.