Buku ini mengisahkan perjalanan empat wartawan — Dimas Suryo, Nugroho Dewantoro, Risjaf, dan Tjahjadi Sukarna (Tjai Sin Soe) — yang sedang berada di luar negeri saat terjadinya gejolak politik di Indonesia tahun 1965. Karena dipandang sebagai eksil politik dan paspor mereka dicabut, mereka memutuskan tak kembali ke tanah air. Di Paris (Mei 1968), mereka membentuk restoran bernama Tanah Air sebagai simbol kerinduan mereka terhadap Indonesia.
Dimas menikahi seorang wanita Prancis bernama Vivienne Deveraux, dan mereka dikaruniai putri bernama Lintang Utara, yang kemudian kembali ke Indonesia pada Mei 1998 untuk menyelesaikan tugas akhir kuliahnya dengan merekam kisah keluarga korban 1965. Lintang bertemu dengan Sedara Alam, putra Hananto — sahabat Dimas yang dipenjara dan dianggap tewas — dan menyaksikan langsung kerusuhan besar yang menggulingkan rezim Orde Baru.