Orang-Orang Terbungkam adalah salah satu cerpen dalam kumpulan Pengasingan dan Kerajaan karya Albert Camus. Cerpen ini menggambarkan realitas buram para buruh percetakan yang kehilangan suara mereka—bukan secara harfiah, tetapi secara sosial dan eksistensial. Tokoh-tokohnya hidup dalam diam, menyimpan kekecewaan dan amarah terhadap sistem kerja yang menindas, namun memilih bungkam karena tak punya kuasa atau harapan.
Cerpen ini menampilkan absurditas kehidupan manusia yang ingin dimengerti tetapi tak pernah benar-benar didengar. Dalam gaya khas Camus yang lugas namun penuh makna, cerita ini menyoroti ketegangan antara solidaritas, ketidakadilan, dan kebisuan sebagai bentuk perlawanan pasif.
Seperti karya-karya Camus lainnya, kisah ini menyelami tema keterasingan, pemberontakan diam-diam, dan pencarian makna hidup dalam dunia yang tampak acuh dan tidak rasional.