Buku ini berisi kumpulan esai/tulisan debat intelektual tentang bagaimana Marxisme dan gagasan Ketuhanan (Tuhan / teologi) dapat dipertautkan atau bagaimana dialog antara keduanya bisa dijalankan secara serius. Tetapan bahwa agama punya peran sosial, simbolik, ideologis, tapi juga bahwa argumen ketuhanannya mesti diuji dari sudut materialisme: bagaimana Tuhan dipahami bukan sebagai entitas transenden yang lepas dari sejarah tetapi sebagai bagian dari diskursus manusia dalam kondisi material tertentu. Salah satu tujuan utama buku ini adalah menunjukkan bahwa Marxisme tidak selalu harus dianggap anti-Tuhan atau anti-agama. Ada ruang dalam pemikiran Marxis untuk mendiskusikan ketuhanan jika kita mau mengembangkan kategori yang sesuai.