Vanessa merasa pusing karena terus-menerus didesak orang tuanya untuk segera menikah, padahal ia belum memiliki calon. Dalam kondisi terjepit, ia akhirnya setuju untuk menikah dengan Abby, sahabatnya sejak SMA, demi menghentikan perjodohan yang direncanakan ibunya.
Namun, pernikahan yang awalnya hanya dianggap sebagai “solusi praktis” ini justru menjadi rumit. Muncul tuntutan orang tua untuk segera memiliki cucu, ditambah benih-benih cinta yang mulai tumbuh di antara mereka namun sulit untuk diungkapkan. Bisakah persahabatan mereka berubah menjadi cinta yang nyata?