Cerita berlangsung di Desa Gantung, Pulau Belitung, pada tahun 1970-an. Sekolah SD Muhammadiyah di desa itu berada dalam kondisi sulit — jumlah murid sangat sedikit sehingga sekolah terancam dibubarkan karena tidak memenuhi syarat minimum murid.
Saat pembukaan tahun ajaran baru, hanya sembilan anak hadir. Para guru, khususnya Pak Harfan (kepala sekolah) dan Bu Muslimah (guru yang penuh dedikasi), khawatir sekolah akan ditutup. Namun tiba-tiba datang seorang murid baru bernama Harun dan ibunya, sehingga jumlah murid menjadi sepuluh dan sekolah pun diselamatkan.
Kesepuluh murid itu kemudian bergabung dalam kelompok yang mereka sebut “Laskar Pelangi”. Nama itu bermakna sebagai simbol harapan dan semangat mereka dalam menempuh pendidikan meski dengan segala keterbatasan. Tokoh‐tokoh utama antara lain Ikal, Lintang, Mahar, A Kiong, Borek, Trapani, Kucai, Syahdan, Sahara, dan Harun.