Yellowface mengisahkan Juniper Song, seorang penulis kulit putih yang kariernya stagnan, dan Athena Liu, sahabat sekaligus rivalnya yang merupakan penulis Asia-Amerika berbakat dan sukses. Suatu hari, Athena meninggal secara tragis, meninggalkan sebuah manuskrip novel yang belum diterbitkan.
Didorong oleh kecemburuan dan ambisi, Juniper mengambil manuskrip tersebut dan menerbitkannya atas namanya sendiri dengan sedikit perubahan, termasuk menggunakan nama pena yang terdengar ambigu secara etnis. Novel itu meraih kesuksesan besar, tetapi popularitas Juniper segera dibayangi oleh tuduhan plagiarisme, apropriasi budaya, dan kritik tajam dari publik serta media sosial.
Melalui kisah yang tajam dan penuh ironi, Yellowface mengupas isu rasisme, identitas, etika dunia penerbitan, cancel culture, serta obsesi terhadap pengakuan dan ketenaran. Novel ini menjadi satire gelap yang menantang pembaca untuk mempertanyakan siapa yang berhak menceritakan sebuah kisah dan bagaimana kekuasaan bekerja dalam industri sastra modern.