Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus menggambarkan pergulatan batin seorang wanita modern yang terjebak antara ambisi, cinta, dan kodratnya sebagai perempuan. Tokoh utama adalah seorang perempuan cerdas dan berpendidikan tinggi yang berhasil menembus dunia laki-laki dengan karier cemerlang. Namun, dalam perjalanan hidupnya, ia mulai merasa kehilangan jati diri dan kelembutan yang menjadi ciri seorang perempuan.
Lewat perjalanan emosional dan konflik batin yang mendalam, novel ini mengajak pembaca merenungkan makna kesetaraan, keadilan gender, dan peran perempuan dalam masyarakat tanpa kehilangan nilai kemanusiaan dan keanggunan hati. Kisahnya sarat dengan pesan moral tentang keseimbangan antara logika dan perasaan, karier dan keluarga, serta kekuatan dan kelembutan.