No Image Available

Teruslah Bodoh Jangan Pintar

 Penulis: Tere Liye  Category: Fiksi dan Sastra (Part 2)  Publisher: PT Sabak Grip Nusantara  Telah Terbit: Februari 1, 2024  ISBN: 978-623-88822-0-5 More Details
 Deskripsi:

Deskripsi Buku :

Ali, seorang pemuda cerdas dari desa kecil, bercita-cita besar. Namun ia menyadari bahwa kecerdasan dan pendidikan belum tentu menjamin keadilan dalam dunia yang penuh korupsi dan kekuasaan. Suatu hari, Ali bertemu seorang pria tua misterius yang mengajarkannya sebuah gagasan: “bodoh” yang dimaksud bukanlah ketidakmampuan berpikir, tetapi menjauhi ambisi dan keserakahan. perpustakaan.kuduskab.go.id+2JAKLITERA+2

Novel ini berfokus pada perjuangan sekelompok aktivis lingkungan yang menggugat perusahaan tambang besar, PT Semesta Mineral & Mining, dalam persidangan. Perusahaan itu dituding melakukan pertambangan ilegal, merusak lingkungan, serta melibatkan aparat dan pejabat dalam praktik korupsi agar tetap aman dari tuntutan. KOMPASIANA+3kumparan+3KOMPASIANA+3

Di ruang sidang, saksi-saksi dari kalangan masyarakat terdampak hadir, menceritakan penderitaan mereka: rumah yang digusur, lubang bekas tambang yang memakan korban jiwa, lingkungan yang hancur akibat limbah, dan kehidupan yang terusik. KOMPASIANA+4mabhak.sch.id+4Scribd+4

Pertarungan sangat ketat, karena perusahaan tidak bermain bersih — mereka menyewa pengacara hebat dan menggunakan taktik manipulatif agar terbebas dari tuntutan. Gramedia+3kumparan+3Scribd+3

Di balik konflik hukum tersebut, novel ini menyelami tema lebih dalam: dikotomi antara “bodoh” dan “pintar”. “Bodoh” dalam karya ini lebih merujuk pada kesederhanaan, kejujuran, dan menjauhkan diri dari ambisi rakus. “Pintar” di sini terkadang menjadi simbol dari kecerdasan yang digunakan sebagai alat manipulasi dan merusak. Scribd+4JAKLITERA+4Medium+4

Akhir cerita membuka pertanyaan apakah keadilan dapat ditegakkan jika kekuatan modal dan hegemoni berperan besar dalam sistem hukum. Babak akhir persidangan menyisakan kedahsyatan dan ketidakpastian — kemenangan bukanlah sesuatu yang mutlak dalam dunia yang timpang.

 


 Kembali